Langsung ke konten utama

Sejarah Pondok Pesantren Al-Hidayah An-Nuuriyah Gresik

Pondok Pesantren Al Hidayah An Nuuriyah berdiri tahun 1988 dengan tujuan mencetak santri yang fasih membaca Alquran, berpengetahuan luas, berkualitas, bertaqwa, dan mampu menyebarkan agama di masyarakat. 

Pada awalnya KH. Misbahuddin selaku pendiri pondok mengadakan pengajian dirumahnya, kemudian berita tersebut tersebar dan banyak yang menimba ilmu disana, karena banyak yang ingin mondok akhirnya dibangunlah pondok dan diberi nama Pondok Pesantren Al Hidayah An Nuuriyah, yang diambil dari nama istri mbah Ma‟shum Lasem. 

Perkembangan Pondok Pesantren Al Hidayah An Nuuriyah tahun 1988-2016 dapat dilihat dari perkembangan fisik. Awal dibangun hanya dengan bambu kemudian dibangun dengan menggunakan batu bata, bertambahnya jumlah bangunan gedung untuk pendidikan formal SMP, SMK dan TK. selain itu, jumlah santri nya setiap tahun semakin meningkat. Respon masyarakat dan pemerintah setempat yang sangat positif terhadap Pondok Pesantren Al Hidayah An Nuuriyah.

Sumber : SitusBudayaID

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...