Langsung ke konten utama

Polisi Tembak Mati Pencuri Mobil

Polisi berhasil membekuk sekelompok pencuri mobil dan menembak mati salahsatu pelaku berinisial MHD (36) di Gresik, Jawa Timur (Jatim). Pelaku yang sempat melarikan diri, awalnya berusaha menabrak petugas yang hendak mengamankannya. Pelaku, MHD diketahui merupakan warga Kota Surabaya, tewas setelah merasakan peluru panas polisi. 

Sedangkan tiga pelaku lainnya, LK (23) warga Kota Surabaya, DS (24) dan AY (21), warga Kabupaten Gresik, berhasil diamankan di Kabupaten Pasuruan. "Pelaku kami tangkap saat bertransaksi di Gempol, Pasuruan," kata Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Gupuh Setiyono, kepada wartawan di Mapolda Jatim, Kota Surabaya, Senin (8/7/2019). 

Penangkapan berlangsung dramatis. Saat melihat polisi, para pelaku mencoba menabrakkan mobilnya ke mobil polisi. Kendaraan mereka sempat hilang kendali dan akhirnya terperosok ke sawah. Setelah terjatuh, seorang orang pelaku MHD keluar dari mobil dan melarikan diri. petugas memberikan tembakan peringatan, namun tidak dihiraukan. 

Akhirnya, dilakukan tembakan tegas dan mengenai pelaku. "Tembakan mengenai punggung pelaku," ujar dia. MHD tewas setelah sempat mendapat perawatan Tim Dokter Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya. Sedangkan pelaku lain yang juga terkena tembakan polisi berhasil diselamatkan, dan masih menjalani perawatan. 

Dari hasil pengembangan, kata Gupuh, mobil Honda Mobilio yang turut diamankan dipastikan adalah mobil curian. Sedangkan, Mobil Datsun Go milik pelaku yang tercebur ke sawah sudah dibawa ke Mapolda Jatim. "Nanti akan kami dalami apa saja yang kita dapatkan di dalam mobil hasil kejahatan itu. Nanti akan kami sampaikan berikutnya," ujarnya. Sumber: Inews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kampung Berwawasan Pendidikan Gresik

DASAR PEMIKIRAN Perubahan selalu dialami oleh semua, baik individu maupun organisasi, tidak ada satupun individu dan organisasi di dunia ini yang tidak mengalami perubahan, bahkan gelombang perubahan makin tak terbendung. Dengan kemajuan teknologi informasi, organisasi kini berada pada lingkungan dinamis dan penuh persaingan. Hal tersebut menuntut individu dan organisasi untuk menyesuaikan cara-cara berusaha dan mencapai tujuan yang diinginkan. The Constant is change , itulah bahasa yang tepat untuk menggambarkan sifat perubahan itu sendiri. seakan-akan mengikuti sabda alam, semua hal mengalami perubahan, apakah berangsur-angsur ataukah drastis. Perubahan itu dapat berupa perubahan kemampuan pengetahuan, perubahan mental, perubahan lingkungan dan yang jelas perubahan itu pasti terjadi mau tidak mau, suka tidak suka. Untuk itu sebagai bagian dari masyarakat sudah seharusnya melibatkan diri dalam usaha pencerahan, pemberdayaan, pendampingan, pengabdian bagi p...