Langsung ke konten utama

Sindikat Narkoba di Gresik Terbongkar

Sindikat narkoba di Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik akhirnya terbongkar. Tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur dan BNNK Gresik meringkus empat orang dalam jaringan ini.

Empat orang dalam sindikat narkoba yang ditangkap itu adalah Handoko (26), Moch Ainur Rofik (20), Pujiono (20) dan Suharno (30). Keempat orang ini merupakan warga Desa Babatan, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. "Kami bongkar jaringan ini dari sebuah warkop di Desa Setro, Jalan Raya Menganti, Gresik," tutur Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, AKBP Wisnu Chandra, Senin (16/9/2019).

Sebelum menggerebek warung kopi (warkop) di Desa Setro itu, Wisnu dan timnya memantau pelaku Handoko sedang berboncengan dengan pelaku Ainur Rofik di sekitar Pasar Benowo, Surabaya, yaitu sekitar pukul 05.00 Wib, Sabtu (14/9/2019). Keduanya menuju Gresik setelah sempat berputar-putar di Benowo. Sampai di warkop milik Pujiono, di Desa Setro, Handoko dan Ainur Rofik menumpang tidur.

Dan sekitar pukul 06.00 hari itu, BNNP Jatim dan BNNK Gresik mengerebek warkop tersebut, hingga didapati barang bukti narkoba jenis sabu seberat 104,30 gram. "Sabu itu disembunyikan di atap warkop. Sabu dikemas dalam bungkus plastik hitam," terang Wisnu. Setelah menyita barang bukti sabu, tim gabungan menginterogasi Handoko.

Dari pemeriksaan awal itu terungkap bahwa sabu itu hendak diantar ke Suharno untuk diecer. Dari itu, BNNP Jatim dan BNNK Gresik menyergap Suharno di rumahnya. Meski sempat menyangkap bahwa dirinya terlibat jaringan narkoba, Suharno akhirnya mengaku dan menunjukkan sabu yang disimpannya. Selain satu paket sabu dengan berat total 0,68 gram, tim gabungan juga menyita dua unit timbangan digital dan buku tabungan Suharno.

"Mereka merupakan anggota jaringan pengedar narkotika yang dikendalikan HSG dari dalam Lapas Porong," ungkap Wisnu. Dalam jaringan ini, tersangka Handoko berperan mendistibusikan kepada tersangka Suharno untuk dijual kembali dalam paket hemat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...