Langsung ke konten utama

Ternyata Pelaku Pembunuhan Adalah Penjaga Cafe Penjara

Seperti berita sebelumnya seorang gadis bernama Hadryil Choirun Nisa’a (25) ditemukan tewas di Kafe Penjara di Jalan Raya Cerme, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik, Kemarin malam. Seperti dugaan sebelumnya wanita asal Dusun Ngering RT 2 RW I Desa Banjarsari ini menjadi korban pemerasan disertai pembunuhan.
Foto Tribunnews Sugiono


Awalnya korban tak kunjung pulang dari cafe hingga pukul 20.00 Wib malam. Polisi mendapat laporan pukul 21.00 Wib malam, dan langsung mendatangi cafe penjara. Namun cafe dalam kondisi tertutup. Anggota Reskrim Polsek Cerme, langsung meminta kunci kepada pengelola cafe penjara. 

Ternyata setelah polisi masuk ke lokasi, menemukan Hadryil Choirun Nisa’a sudah terbujur kaku.  Atas temuan ini, polisi langsung mendatangi rumah pengelola cafe Shalahuddin Al Ayyubi, untuk dimintai keterangan. 

Kepada polisi, Shalahuddin Al Ayyubi mengaku melakukan pembunuhan yang merupakan teman bermain sejak kecil itu. Menurut AKP Iwan Kapolsek Cerme, pelaku mengaku nekat membunuh karena ingin menguasai harta milik korban. Seperti perhiasan, dan sepeda motor nopol W 3264 AH milik korban. "Pelaku membunuh korban dengan cara membekap saat turun dari sepeda motornya," kata AKP Iwan. 

Rencana barang milik korban hendak dijual dan uangnya untuk membayar Hutang. Sebab selama ini cafe yang dikelolanya sudah tutup sebab sepi pembeli. Setelah tewas, pelaku Shalahuddin Al Ayyubi hendak menguburkan korban Hadril Khairul Nisa di dalam areal kafe. Namun karena lahan penuh dengan paving, membuat pelaku semakin kalut. Sehingga meninggalkan korban tergeletak begitu saja di lokasi kafe. .

Pelaku Pembunuhan di Cerme 

Penjaga cafe penjara ini akhirnya benar-benar masuk penjara. Sebab melakukan pembunuhan dengan ancaman hukuman lebih dari 15 tahun penjara. Sesuai KUHP pasal 338 hukuman 15 tahun penjara, jika pembunuhannya terencana dan sadis bisa seumur hidup.

Sumber  : Pojokpitu | Tribunnews

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...