Langsung ke konten utama

Dump Truk Oleng, Tabrak Tiga Rumah di Bungah

Kecelakan melibatkan dump truk kembali terjadi di Gresik. Diduga rem blong, dump truk dengan nopol S 9926 PP menyasak tiga rumah warga diJjalan Raya Bungah, Gresik, Selasa malam (12/11/2019). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat Dump truk keluar jalur ke sebelah kiri jalan. Kemudian truk naas itu menyasak tiga rumah di tepi jalan dan terguling ke sebelah kanan. Tanah uruk galian C yang dimuat truk tersebut tercecer di jalan.

Akibatnya, kemacetan arus lalu lintas di Jalan Pantura imbas kecelakaan tersebut tidak terhindarkan. Salah satu korban, Bram mengaku kaget. Sebab, saat kejadian dia berada di dalam kamar bersama istrinya. Kemudian terdengar suara benturan keras. 

"Saya buka pintu kamar, langsung ada dump truk di dalam ruang tamu saya," kata dia. Ruang tamu rumahnya hancur disasak dump truk. Beruntung saat kejadian, mobil yang biasa parkir digarasi tidak ada.Hal senada diucapkan Farah disa dia mendengar suara "bruk" di dekat rumahnya. Dara berusia 20 tahun itu langsung keluar rumah dan melihat dump truk terguling. 

"Langsung banyak debu," tuturnya. Diketahui, ketiga rumah yang disasak dump truk adalah rumah milik Farikha, Satar dan Bram. Identitas supir dump truk nahas tersebut hingga berita ini ditulis belum diketahui. Kapolsek Bungah AKP Said menjelaskan kecelakaan diduga oleh dump truk yang mengalami rem blong. 

Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. "Informasinya remnya blong, supirnya mengalami luka ringan sudah dibawa ke puskesmas kalau tidak rumah sakit tadi," ucapnya. Polisi terlihat mengatur arus lalu lintas. Banyak pengendara yang mengurangu laju kendaraanya melihat bangkai dump truk terguling.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sempat Disuspensi karena Limbah, 4 Dapur Makan Bergizi Gratis di Gresik Akhirnya Diizinkan Beroperasi Kembali setelah Renovasi Kilat

INIGRESIK.COM - Pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik , Jawa Jawa Timur, sempat diwarnai penghentian sementara operasional pada delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG sejak awal pekan ini. Langkah tegas berupa pembekuan (suspend) tersebut diambil oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena fasilitas pendukung di delapan titik tersebut kedapatan belum memenuhi standar teknis lingkungan hidup yang dipersyaratkan.  Meski sempat memicu kekhawatiran terkait keberlangsungan pasokan makanan untuk anak-anak sekolah, perbaikan cepat langsung dilakukan oleh para pengelola di lapangan. Per hari ini, Jumat, 5 Juni 2026, empat dari delapan SPPG yang sempat disuspensi tersebut dipastikan sudah mengantongi surat pencabutan suspend dan diizinkan kembali beraktivitas normal melayani kebutuhan gizi masyarakat. Kebijakan penghentian sementara ini murni didasari oleh komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas lingkungan di sekitar lokasi produksi...