Langsung ke konten utama

PDNU Resmi Wadahi Dokter NU di Gresik

Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Gresik, resmi dikukuhkan di Pesonna Hotel Gresik, Minggu (22/2/2019). PDNU Gresik merupakan yang ketiga berdiri di Jatim, setelah PDNU Kediri dan Malang Raya. Dalam jajaran kepengurusan PDNU Gresik terpilih dr. Anwar Yusuf sebagai ketua umum dan dr. Ahmad Farid menjadi ketua 1. Anwar Yusuf menjelaskan bahwa dirinya beserta anggota PDNU akan segera melakukan rapat kerja (raker) untuk membahas program kerja.

"Yang jelas program kerja Dokter NU fokus pada pelayanan kesehatan dan pendidikan tanpa harus membeda-bedakan suku, ras dan agama," terang Anwar. Sementara itu, Ketua 1 PDNU Gresik dr. Akhmad Farid menambahkan, profesi dokter adalah profesi yang memungkinkan menembus rahasia privasi seseorang (pasien). Maka dari itu, profesi ini rawan bila dipegang oleh mereka yang tidak amanah, tidak memegang nilai-nilai luhur dan tak memegang toleransi.

 "Lewat PDNU ini kami ajarkan beragama secara moderat dan toleran ke semua orang termasuk terhadap pasien," papar Akhmad. KH. Mahfudz Ma'sum selaku pelindung PDNU Gresik menuturkan, seorang muslim yang berprofesi sebagai dokter wajib memiliki jiwa sosial yang tinggi, terutama menolong yang lemah. "PDNU Gresik harus mengedepankan pelayanan kesehatan tanpa pilih kasih. Dan jangan segan-segan mendoakan kesembuhan pasien," tandasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Adu Banteng Brio dan Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun 5 Kendaraan di Balongbendo Sidoarjo, 2 Pengendara Motor Tewas di Tempat

INIGRESIK.COM -  Jalur tengkorak nasional penghubung Mojokerto menuju Surabaya kembali memakan korban jiwa akibat kelalaian berkendara di jalan raya. Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan sekaligus terjadi di Jalan Raya Desa Bakungtemenggungan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 10 Juni 2026, sekitar pukul 05.00 WIB. Insiden tragis pada pagi buta ini mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian setelah dihantam truk trailer yang hilang kendali. Tragedi ini bermula ketika sebuah mobil Honda Brio bernomor polisi S-1865-PM melaju dari arah barat menuju ke timur. Mobil yang dikemudikan oleh Bashori Alwi, seorang pria berusia 56 tahun asal Sooko, Mojokerto, diduga kuat melaju dengan kondisi pengemudi yang kurang konsentrasi. Akibat hilangnya fokus mengemudi tersebut, laju mobil seketika berjalan terlalu ke kanan hingga memakan marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan yang sangat membahayakan. Pada saat yang bersamaan...