Langsung ke konten utama

Sejarah PT Polowijo Gosari

Berawal dari usaha pertanian yaitu berdagang palawija yang dimulai pada tahun 1960-an. Dua bersaudara asal Gresik, Jawa Timur, H.A. Moed’har Syah dan H.A. Djauhar Arifin kemudian membentuk badan usaha yang bernama PT. Polowijo Gosari pada tahun 1978 yang bergerak dalam bidang pengolahan bahan tambang Dolomit Magnesium menjadi Pupuk Dolomit Magnesium.

Pada tahun 1980-an PT. Polowijo Gosari berkembang pesat seiring dengan banyaknya permintaan Pupuk Dolomit Magnesium untuk lahan perkebunan dan pertanian di Indonesia, sehingga PT. Polowijo Gosari dianugerahi penghargaan UPAKARTI dari Presiden ke-2 RI H.M Soeharto pada tahun 1990. 

PT. Polowijo Gosari memiliki sumber bahan baku yang digunakan untuk bahan baku Pupuk Dolomit Magnesium seluas 700 ha dengan cadangan (+/-) 500 juta ton, selain itu juga memiliki perkebunan buah mangga seluas 500 ha yang saat ini berkembang menjadi perkebunan Hortikultura. Untuk menjawab tantangan global dan pasar Internasional, saat ini Polowijo Gosari Group terus mengembangkan sayap usahanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Turun Drastis hingga 70 Persen, Ini Strategi Rahasia Kabupaten Gresik Tekan Angka Pernikahan Dini demi Selamatkan Masa Depan Anak

INIGRESIK.COM - Angka permohonan dispensasi kawin atau pernikahan dini di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami penurunan yang sangat tajam hingga pertengahan tahun 2026 ini jika dibandingkan dengan periode tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan data resmi dari Pengadilan Agama Kabupaten Gresik, sepanjang tahun 2025 lalu tercatat ada sebanyak 170 kasus permohonan pernikahan di bawah umur yang diajukan oleh masyarakat.  Sementara itu, memasuki pertengahan tahun 2026, jumlah pengajuan dispensasi tersebut berhasil ditekan secara signifikan dan berada di kisaran 50 perkara saja. Langkah taktis pemerintah daerah yang berkolaborasi dengan berbagai instansi hukum menjadi kunci utama di balik keberhasilan memangkas angka perkawinan anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak secara masif terus memperkuat berbagai upaya pencegahan di lapangan untuk memastikan tren positif ini tetap terjaga. Penurunan ya...