Langsung ke konten utama

Gresik Raih Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Bupati Gresik Dr. H. Sambari Halim Radianto kembali dinobatkan sebagai Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbaik di tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2020. 

Mewakili Bupati, penghargaan itu diserahkan kepada Wakil Bupati Gresik, Moh. Qosim, oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di lapangan Sier, Rungkut, Surabaya, Senin (13/01) usai apel peringatan bulan K3.  

Usai menerima penghargaan, Wabup Moh. Qosim mengaku bersyukur atas diraihnya predikat Pembina K3 terbaik di Jawa Timur tersebut. “Kami turut bersyukur, Bupati Gresik dinilai sebagai pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja terbaik di Jawa Timur. Dari 38 Kabupaten/Kota di Jatim, hanya ada 6 Kabupaten/Kota yang menerima penghargaan. 

Dan kami berada diperingkat kedua,” ujar Wabup Qosim. Ia melanjutkan, penghargaan tersebut merupakan prestasi membanggakan yang diterima Kabupaten Gresik di awal tahun 2020 ini. Sebagaimana diketahui bahwa di Jawa Timur saat ini terdapat 331 perusahaan yang telah menerapkan budaya K3 sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku. Dan mayoritas perusahaan yang menerapkan budaya K3 adalah perusahaan di Kabupaten Gresik, yakni mencapai 59 perushaaan. 

“Dibanding dengan tahun sebelumnya, tahun ini penerapan budaya K3 di Kabupaten Gresik mengalami kenaikan. Dan ini diharapkan menjadi pemicu perusahaan lainnya di Gresik untuk ikut serta memaksimalkan penerapan budaya K3, sehingga zero accident tiap perusahaan di Gresik dapat ditingkatkan. Tentunya hal ini berbanding lurus dengan produktivitasnya,” imbuh Wabup Qosim.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...