Langsung ke konten utama

Hari Ini, Sidang Lanjutan Sekda Gresik

Sidang lanjutan perkara korupsi potongan insentif pajak di BPPKAD Gresik dengan Terdakwa Sekda Gresik, Andhy Hendro Wijaya akan dilaksanakan di PN Tipikor Surabaya hari ini, Senin (27/1/2020) Jika sebelumnya, sidang digelar se minggu sekali setiap hari Jumat. Sidang yang dipercepat dengan alas an banyaknya saksi – saksi yang akan dihadirkan. 

Sekarang, sidang digelar seminggu 2 kali, hari Senin dan Jumat. Hal ini sesuai perintah Ketua Majlis Hakim I Wayan Sosiawan yang memimpin sidang Sekda. Kepada wartawan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik AA Ngurah Wirajaya menyatakan setelah eksepsi terdakwa ditolak Hakim, pihaknya menyiapkan saksi-saksi untuk diperiksa. 

“Ada 40 saksi yang akan kami hadirkan sesuai di Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Kami koordinasi dengan pimpinan untuk setiap sidang ada berapa saksi yang dihadirkan, ” ujarnya. Jhon Oi salah satu anggota Genpatra menyatakan, Sejumlah LSM yang mengawal jalannya sidang Sekda, seperti Gerakan Pemuda Nusantara (Genpatra) Gresik, dan komunitas yang tergabung dalam Komite Masyarakat Pejuang Anti Korupsi (Kompak) terdiri dari Forum Kota (ForKot), Masyarakat Gresik Peduli Kemanusiaan (MGPK), Persatuan Arek Lumpur (PAL), Paguyuban Pedagang Alun-alun Gresik (PPAG), Supporter Ultras Mania, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), dan sejumlan aktivis Gresik lain, telah menggelar rapat koordinasi untuk mengawal lanjutan sidang Sekda. “Kami akan terus kawal sidang Sekda di PN Tipikor, ” ujar Jhon Oi, mendampingi Kordinator Genpatra Ali Candi, Senin (27/1/2020). 

Menurut Jhon Oi, gerakan mengawal sidang kasus korupsi di BPPKAD yang kali ini dengan terdakwa Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya sebagai bentuk komitmen Kompak Gresik untuk bersih-bersih korupsi di Kabupaten Gresik berjuluk Kota Wali dan Santri ini. “Kami akan bumi hanguskan segala praktik korupsi di Kabupaten Gresik demi menjaga marwah telatah (bumi,Red) Gresik yang dikenal Kota Wali dan Santri, ” terangnya. Masih kata Jhon Oi, siapapun orangnya yang terlibat dalam pusaran korupsi di BPPKAD, harus diadili dan diseret ke meja hijau (pengadilan,Red). 

 “Sejak awal komitmen Kompak Gresik jangan sampai pengusutan kasus korupsi di BPPKAD berhenti di mantan Plt Kepala BPPKAD Gresik, M.Muktar dan mantan Kepala BPPKAD Andhy Hendro Wijaya yang saat ini menjabat Sekda, Jangan sampai Muktar dan Sekda yang dijadikan tumbal untuk melindungi keterlibatan pejabat lain, ” pungkasnya. 

Sumber : Panjinasional

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...