Langsung ke konten utama

Blue Sea Jet Berhenti Beroperasi di Gresik

Belum satu tahun, kapal penumpang cepat Blue Sea Jet (BSJ)-1 sekarang tidak lagi beroperasi melayani penumpang Gresik–Pulau Bawean. Manajemen kapal cepat berkapasitas 350 tempat duduk itu mengaku bahwa perusahaannya merugi. 

Namun, pilihan transportasi laut Gresik–Bawean masih ada tiga kapal yang akan melayani. Antara lain, Express Bahari 8E, Natuna Express, dan KMP Gili Iyang. Menurut Thohirin, perwakilan manajemen PT Pelayaran Nasional Samudra Tujuh, BSJ-1 memang tidak lagi melayani penumpang tujuan Gresik–Pulau Bawean dan sebaliknya.
Blue Jet Sky Gresik

Hampir enam bulan beroperasi, kapal tidak pernah penuh. Padahal, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) solar sangat tinggi. ”Setiap bulan, kami harus membeli tambahan solar nonsubsidi 24 ribu liter,” ungkapnya kemarin. Bila harga solar nonsubsidi untuk pelayaran Rp 13.948 per liter, lanjut dia, manajemen BSJ-1 harus merogoh kocek tambahan sekitar Rp 340 juta per bulan. ”Biaya operasional BBM sangat tinggi. Kapal BSJ tidak sesuai kondisi Pelabuhan Gresik,” kata mantan anggota DPRD Gresik itu. Kehadiran BSJ-1 sempat membuat pengguna transportasi laut ke pulau berjarak 80 mil tersebut senang. 

Selain fasilitas kapal cukup lengkap, BSJ-1 bisa mengangkut jenazah secara gratis. Selama ini, dua kapal penumpang, yakni Express Bahari 8E dan Natuna Express, menolak mengangkut jenazah. Akibatnya, warga Pulau Bawean yang meninggal di Gresik atau luar Gresik dibawa dengan menggunakan perahu kelotok. Biayanya Rp 7 juta hingga Rp 8 juta. ”Sekarang BSJ beroperasi di Tanjung Benoa, Bali,” jelasnya. 

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkab Gresik Nanang Setiawan mengatakan bahwa manajemen BSJ-1 memang telah bersurat kepada dishub yang intinya telah mengalami kerugian. ”Alasan teknis dan rugi. Kondisi perairan yang tinggi sedimen mengakibatkan mesin kapal tidak bertahan lama (rusak),” tuturnya.

Sumber : Jawa Pos

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Nama Desa "Karangpoh"

Karangpoh Penamaan desa karangpoh hampir mirip dengan sejarah Penamaan desa Karangturi . Dahulu diceritakan dalam buku berjudul "Sekelumit asal usul nama desa" yang ditulis oleh Loemaksono menceritakan Daerah disekitar Gresik banyak pohon Mangga. Pohon ini dijaga dengan baik oleh masyarakat disana dan dijadikan sebagai mata pencaharian  Penamaan Karang Poh ini tidak lepas dari proses berbuah pohon mangga yang senantiasa mengeluarkan bau harum ketika mulai ranum. Orang jawa menyebut buah mangga yang mulai ranum ini dengan " poh" . Ketika kulit poh yang mulai menguning inilah para petani mulai memanennya. dan dikumpulkan kedalam wadah besar yang terbuat bernama bojog .  Sebagai pegingat dan kenang kenangan tempat ini sekarang dinamai Karang Poh.yang berarti tempat atau hunian yang banyak dijumpai pohon mangga dan orang berjualan poh. Kondisi sekarang tentu sudah banyak berubah kita akan sangat sulit menemukan pohon mangga disana, hanya dibeberapa rumah pe...