Langsung ke konten utama

Jualan Miras Cafe Karaoke di Gerebek Polisi

Pemberlakuan pshysical distancing di wilayah Kabupaten Gresik masih belum diperhatikan saat ada penyebaran virus Covid-19. Pasalnya, masih ada wanita penjaga cafe yang berjualan sambil menawarkan minuman keras, atau miras. 

Keberadaan cafe yang dilengkapi fasilitas karaoke di Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Gresik tersebut sangat meresahkan warga. Alunan musik yang keras menyebabkab warga terusik dengan adanya cafe itu. Apalagi, Kecamatan Manyar termasuk daerah zona merah penyebaran virus Covid-19. Berdasarkan data Satgas Penanganan Virus Covid-19 Kabupaten Gresik. 

Pasien yang positif dari Kecamatan Manyar ada 2 orang. Sementara pasien orang dalam pengawasan (ODP) ada 113 orang, dan pasien dalam pengawasan (PDP) ada 14 orang. Terkait dengan ini, ada tiga wanita yang berprofesi sebagai penjaga cafe didata oleh petugas Satpol PP Gresik. Tidak ingin virus Covid-1. Petugas juga menyisiri cafe tersebut lalu menemukan sejumlah botol miras berbagai merk ditemukan. Tidak hanya itu, satu jerigen besar berisi arak juga ditemukan.

Minuman beralkohol ini ternyata dijual bebas di cafe milik Endang Sulaseh ini. Dalam razia ini, total ada sekitar 50 warga Desa Peganden ikut dalam razia. Mereka resah, sebab keberadaan cafe ini sering digunakan minum-minuman keras. Wakapolsek Manyar, Ipda M Yasin mengatakan pihaknya langsung mengambil tindakan tegas dengan mendatangi cafe tersebut. Meski banyak warga yang ikut, tidak terjadi tindakan yang tidak diinginkan. “Harapan warga agar pemilik di proses karena meresahkan warga,” katanya, Sabtu (4/4/2020). 

Sementara Kepala Dinas Satpol PP, Abu Hasan menuturkan, pemilik cafe yang dirazia beserta anak buahnya anggotanya untuk dilakukan penindakan lebih lanjut. Kemudian warga beserta Kades Peganden membubarkan diri. “Kami lakukan tindakan tegas. Sebab, cafe yang buka tidak sekali ini saja. Tapi, sudah berkali-kali diingatkan aparat pemerintah desa namun tetap diindahkan. Karena itu, kami melakukan secara persuasif agar tidak kerumunan di saat ada merebaknya virus Covid-19,” tandasnya. 

Sumber : Berita Jatim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jogging Track Stadion Gelora Joko Samudro Gresik Ambles Akibat Longsor, BPBD Pasang Garis Pembatas

INIGRESIK.COM - Longsor terjadi di area Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Jalan Veteran, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Akibat peristiwa tersebut, jogging track di sisi selatan stadion dilaporkan ambles dan tidak dapat dilalui, Sabtu (3/1/2026). Peristiwa amblesnya jogging track ini sempat terekam video warga dan tersebar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat jalur jogging track mengalami kemiringan cukup parah, paving tampak berongga, serta sebagian pagar pembatas ikut ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerusakan material terpantau cukup signifikan. Kronologi Kejadian Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tanah longsor pada Sabtu pagi. Longsor diketahui pertama kali oleh petugas keamanan stadion saat melakukan patroli rutin. “Kejadian tanah longsor terjadi di sisi selatan area jogging track Stadion Gelora Joko Samudro. Penyebabnya adalah hujan deras yang...