Gandeng Keluarga Tokoh Buruh Marsinah di Gresik, Wakapolda Jatim dan Kapolres Beri Santunan Khusus untuk Jaga Nilai Sejarah Kemanusiaan
INIGRESIK.COM - Jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial melalui kunjungan takziah dan ziarah ke makam almarhum Bapak Kusaeni di Dusun Pasinan, Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce, dengan didampingi Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, memimpin langsung rombongan kepolisian untuk menyampaikan belasungkawa mendalam kepada pihak keluarga. Almarhum Kusaeni yang baru saja berpulang ini memiliki ikatan keluarga yang sangat erat dengan sejarah perjuangan bangsa, lantaran beliau merupakan adik ipar dari almarhumah Marsinah, tokoh buruh perempuan legendaris yang namanya abadi dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.
Langkah takziah ini bukan sekadar rutinitas formalitas birokrasi, melainkan sebuah bentuk empati mendalam dan perhatian khusus dari institusi Polri terhadap keluarga besar yang tengah berduka. Kehadiran para perwira tinggi dan menengah di wilayah hukum Jawa Timur ini dirancang untuk memberikan dukungan moril yang kuat secara langsung di rumah duka. Selain itu, kegiatan kemanusiaan ini juga diarahkan sebagai bentuk penghormatan kolektif terhadap garis keturunan keluarga yang memelihara memori kolektif perjuangan kaum buruh nasional. Melalui pendekatan yang humanis, Polri berupaya hadir di baris terdepan untuk memastikan bahwa aspek kemanusiaan serta relasi historis masyarakat tetap dijaga dengan penuh rasa hormat.
Setibanya di lokasi rumah duka yang terletak di kawasan Driyorejo, rombongan Wakapolda Jatim bersama Kapolres Gresik disambut dengan suasana hangat oleh perwakilan keluarga besar almarhum Kusaeni. Di dalam kediaman tersebut, Brigjen Pol. Dr. Pasma Royce duduk bersama pihak keluarga guna mendengar cerita, menyampaikan rasa duka yang mendalam, serta memberikan motivasi agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah menghadapi masa-masa sulit ini. Setelah berbincang dan memberikan penguatan emosional, seluruh rombongan bersama pihak keluarga kemudian bergeser menuju area pemakaman setempat untuk melaksanakan doa bersama secara khusyuk dan melakukan prosesi ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum.
Dalam pelaksanaan agenda takziah dan ziarah yang penuh khidmat ini, Wakapolda Jatim dan Kapolres Gresik juga didampingi oleh pejabat kepolisian wilayah setempat, di antaranya Kapolsek Driyorejo Kompol Gatot Setyobudi serta Kasi Humas Polres Gresik Iptu Hepi Muslih Riza. Kehadiran para pejabat kepolisian lintas tingkat ini menegaskan bahwa perhatian terhadap warga tidak hanya datang dari pucuk pimpinan tertinggi di provinsi, melainkan juga didukung penuh oleh jajaran personel di tingkat polsek dan polres yang bersentuhan langsung dengan dinamika sosial kemasyarakatan. Sinergi ini memperlihatkan struktur kepolisian yang solid dalam merespons momen-momen penting yang terjadi di tengah warga penyeimbang tugas penegakan hukum sehari-hari.
Sebagai perwujudan konkret dari rasa kepedulian dan solidaritas sosial tersebut, jajaran kepolisian Polda Jatim dan Polres Gresik turut menyerahkan sejumlah paket bantuan yang meliputi santunan dana duka serta bingkisan buah untuk pihak keluarga almarhum. Pemberian santunan ini diharapkan dapat meringankan sedikit beban akomodasi dan kebutuhan logistik keluarga selama masa berkabung. Langkah ini juga memperlihatkan komitmen Polri yang tidak hanya hadir membawa pesan-pesan verbal, melainkan turut membawa kontribusi nyata yang dapat langsung dimanfaatkan oleh perwakilan keluarga yang sedang mengalami duka mendalam.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan takziah dan pemberian santunan ini merupakan bagian dari komitmen fundamental Polri untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat dalam segala situasi. Menurutnya, tugas kepolisian modern tidak boleh terbatas pada aspek penegakan hukum atau pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat semata, melainkan wajib mencakup dimensi kemanusiaan yang menyentuh hati rakyat. Pendekatan sosial seperti ini dinilai sangat efektif dalam membangun kepercayaan publik sekaligus meruntuhkan sekat pembatas antara aparat penegak hukum dan warga sipil.
"Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu hadir bersama masyarakat. Kami turut mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan," ujar AKBP Ramadhan Nasution saat memberikan keterangan resmi terkait kegiatan kemanusiaan tersebut. Pernyataan ini mempertegas visi kepolisian yang humanis, di mana setiap personel diharapkan memiliki kepekaan radar sosial yang tinggi terhadap kondisi lingkungan di sekitar wilayah tugas mereka masing-masing.
Lebih jauh lagi, kunjungan ini membawa pesan simbolis yang sangat kuat mengenai bagaimana aparat negara memandang sejarah lokal dan nasional. Mengingat almarhum Bapak Kusaeni memiliki hubungan kekerabatan langsung dengan almarhumah Marsinah, kedatangan jajaran Polda Jatim ini secara tidak langsung menjadi bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap keluarga yang menjadi bagian dari sejarah besar pergerakan ketenagakerjaan di Indonesia. Marsinah merupakan ikon perjuangan yang terus dikenang atas keberaniannya, dan merangkul keluarga yang ditinggalkannya adalah salah satu cara merawat nilai-nilai keadilan sosial yang dulu diperjuangkan.
Dampak dari kehadiran para pimpinan kepolisian di tengah keluarga almarhum ini mencerminkan keberhasilan strategi komunikasi publik dalam menjaga hubungan emosional yang harmonis dengan masyarakat luas. Di era digital saat ini, masyarakat sangat mengapresiasi figur pemimpin yang bersedia turun langsung ke lapangan untuk mengetuk pintu rumah warga yang sedang kesusahan. Kedekatan emosional yang dibangun lewat momen takziah ini diharapkan mampu memperkuat kemitraan antara polisi dan warga dalam menjaga kondusivitas keamanan di wilayah Kabupaten Gresik secara umum.
Seluruh rangkaian kegiatan takziah, doa bersama, ziarah makam, hingga penyerahan santunan terpantau berlangsung dengan sangat aman, tertib, dan penuh dengan nuansa kehangatan hingga selesai menjelang petang hari. Kehadiran polisi di tengah momen duka ini tidak memicu ketegangan, melainkan justru melahirkan rasa aman dan penerimaan yang sangat baik dari warga Dusun Pasinan. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan persuasif yang berbasis pada kearifan lokal dan empati selalu mendapatkan tempat terbaik di hati masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Momen humanis ini menjadi gambaran nyata bahwa kepedulian sosial dan kedekatan dengan masyarakat tetap menjadi bagian paling krusial dalam program pengabdian institusi Polri di masa depan.
Di tengah berbagai tantangan global dan digitalisasi pelayanan, sentuhan langsung yang melibatkan kehadiran fisik dan kepekaan rasa seperti ini tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi apa pun. Keberhasilan menjaga hubungan baik dengan keluarga tokoh sejarah seperti keluarga almarhumah Marsinah membuktikan bahwa Polri menghargai warisan masa lalu demi membangun masa depan yang lebih harmonis.
Sebagai penutup, aksi simpatik yang ditunjukkan oleh Wakapolda Jatim dan Kapolres Gresik ini menjadi preseden positif bagi penguatan program pemolisian masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur. Dengan memberikan perhatian khusus pada aspek kemanusiaan dan merawat hubungan dengan keluarga yang memiliki nilai sejarah, kepolisian berhasil mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya persatuan dan rasa saling menghargai.
Langkah maju ini diharapkan terus konsisten dijalankan agar sinergi antara aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat semakin kokoh, demi terciptanya tatanan kehidupan sosial yang aman, damai, dan sejahtera di masa-masa yang akan datang.

Komentar
Posting Komentar